Rabu, 15 September 2010

Susunan saraf

Susunan Saraf

Susunan saraf terdiri atas dua bagian.
1. Susunan saraf pusat atau central nerve system (CNS), terdiri dari otak (brain) dan sumsum tulang belakang (spinal cord, medulla spinals).
2. System saraf tepi atau peripheral nerve system (PNS).

Tujuan pembagian susunan saraf ini hanya untuk mempermudah dalam mempelajarinya. Pada hakekatnya, CNS dan PNS merupakan satu paket pengertian, seperti halnya jantung dan pembuluh darah.

Susunan saraf pusat atau central nerve system (CNS)

Susunan saraf pusat adalah pusat system control, pengarah, dan system yang mengintegrasikan semua impuls. CNS memanjang dari otak ke bawah sepanjang tulang belakang yang disebut spinal cord atau medulla spinalis. CNS dilingdungi oleh membrane yang terdiri dari jaringan ikat, disebut meninges. Lapisan luar lebih liat daripada lapisan tengah, sedangkan lapisan dalam terdiri dari pembuluh darah yang harus memberi suplai (nutrisi dan oksigen) kepada CNS. Tidak seperti organ lainnya, CNS tidak memiliki celah-celah antarsel. Pada organ lain, di dalam celah ini terdapat cairan tubuh. Oleh karena itu, materi yang masuk ke dalam jaringan otak harus diseleksi dengna ketat.
Pada akhirnya, materi yang sudah diseleksi akan sampai ke neuron. System seleksi dan skrining di dalam otak ini disebut barier darah otak (blood brain barrier).
Berat otak manusia dewasa sekitar 1.360 gram. Akan tetapi, organ sekecil ini membutuhkan sekitar 20% oksigen darijumlah oksigen yang dibutuhkan tubuh. Dalam keadaan istirahat saja, membutuhkan sekitar 15% oksigen dari jumlah oksigen yang terkandung dalam darah yang dipompa oleh jantung. Berat otak pada usia anak-anak, relative lebih berat disbanding pada manusia dewasa. Otak pada usia anak-anak membutuhkan sekitar 50% oksigen dari jumlah oksigen yang dibutuhkan tubuh. Hal ini dapat menggambarkan bahwa pada usia anak-anak cenderung hiperaktif karena aktivitas neuron dalam CNS sangat tinggi.

Neuron

Neuron adalah sel atau unit anatomis dari susunan saraf. Bentuk dan ukuran neuron bermacam-macam, tetapi bentuk khas sel neuron seperti bintang (star shaped), memiliki sebuah inti sel (nucleus), dan beberapa serabut (Fibers) yang memanjang. Ahli saraf menyatakan bahwa di dalam CNS terdapat sekitar 12 miliar neuron yang berfungsi sebagai pengantar impuls elektrokimia.
Tidak seperti sel-sel yang lain, neuron hampir tidak mempunyai kemampuan untuk membelah diri. Itulah sebabnya, kelainan saraf sulit disembuhkan karena daya regenerasinya sangat rendah.
Serabut-serabut neuron tempat impuls dihantarkan disebut dendrite. Serabut neuron yang besar dan utama disebut axon yang diselimuti oleh selubung yang terdiri dari sel-sel schwann. Selubung sel-sel schwann berfungsi untuk melindungi neuron dan memberi nutrisi. Axon neuron yang berada di dalam otak dan spinal cord dilindungi oleh selubung sel yang berlapis-lapis disebut myelin. Myelin berfungsi membantu axon dalam mempercepat aliran impuls. Di beberapa tempat, membrane plasma sel-sel selubung schwann ini terputus. Akan tetapi, selubung sel-sel schwann ini terbentuk kembali sehingga selubung myelin tampak seperti batang bamboo yang berbuku-buku. Tempat selubung myelin yang terputus ini disebut nodes.
Kelainan saraf yang dikenal dengna multiple sclerosis (MS), yaitu selubung sel-sel schwan mengalami kerusakan di beberapa tempat sehingga impuls elektrokimiawi yang datang tidak dapat dihantarkan dengna rah yagn benar. Bahkan kekeliruan dalam proses pengiriman dapat terjadi. Dengan kata lain, dapat terjadi hubungan pendek aliran impuls listrik (semcam kortsluiting listrik). Kecepatan impuls melewati axon saraf sekitar 90-100 meter/detik. Setiap neuron dapat memiliki axon pendek atau panjang. Panjang axon neuron ada yang mencapai satu meter. Satu axon dapat disambung dengan axon lainnya melalui suatu penerima (reseptor). Hubungan ujung axon dengan reseptor dari axon atau dendrite yang lainnya disebut sinapsis (synapse), sedangkan ujung axon yang melekat pada jaringan yang dituju (yang dienervasi) disebut nerve endplate.
Berdasarkan uraian di atas, sebagian besar oksigen dan darah ditujukan untuk aktivitas CNS. Apabila suplai darah dan oksigen ke dalm CNS berhenti walaupun hanya selama 10 detik saja dapat menyebabkan seseorang kehilangna kesadarannya. Apabila suplai darah ke dalam CNS berhenti selama 3-5 menit saja maka bagian CNS tersebut rusak. Kerusakan ini sifatnya menetap/tidak dapat dikembalikan ((irreversible). Sebelum mengalami kerusakan, bagian sel-sel otak yang tidak mendapatkan suplai darah, oksigen, nutrisi, dan lain-lain akan menjadi pucat. Keadaan ini disebut infark otak atau apoplexy. Infark otak menjadi salah satu penyebab penderita stroke. Stroke dapat juga disebabkan oleh gangguan sirkulasi pembuluh darah kapiler di otak. Kemungkinan, dapat disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah sehingga terjadi pendarahan otak atau pembuluh darah kapiler tersumbat oleh bekuan darah atau materi lainnya. Neuron yang tidak mendapatkan suplai oksigen akan mati. Hal ini akan mengakibatkan kelumpuhan (paralyse) pada bagian tubuh tertentu tergantung pada luas dan tingkat kerusakan otak.
Di dalam otak terdapat cairan cerebro-spinal (cerebro spinal fluids) yang fungsinya sebagai sarana peredam gesekan atau benturan fisik. Cairan cerebro-spinal dihasilkan oleh jaringan pembuluh darah kaipler di dalam otak. Setiap hari, jaringan kapiler ini dapat memproduksi cairan cerebro-spinal sekitar 500 ml. cairan cerebro-spinal mempunyai komposisi yang berbeda dengna ciaran tubuh yang lainnya.
Cairan cerebro-spinal mengalir di dalam otak, meninges, dan spinal cord. Apabila volumenya terlalu banyak akan diresorpsi kembali ke dalam darah. Gangguan yang dapat menyebabkan cairan cerebro-spinal terhambat atau terbendung, misalnya tumor akan menyebabkan kelainan pada organ kepala. Lama kelamaan kepala akan membesar, terutama pada anak-anak. Peristiwa seperti ini disebut hydro-cephalus.
Susunan saraf pusat dapat mengalami peradangan. Peradangan yang terjadi dalam meninges disebut meningitis, sedangkan peradangan yang terjadi di dalam CNS itu sendiri disebut encephalitis.
Beberapa mikroorganisme, terutama virus dapat menginfeksi otak sampai ke spinal cord, misalnya virus poliomyelitis yang dapat mengakibatkan kelumpuhan total karena sel-sel neuron motorik akan dirusak oleh proliferasi virus tersebut. Pemeriksaan terhadap cairan cerebro-spinal dapat dilakukan dengan cara menyedot cairan pada meninges (ujung spinal cord) menggunakan jarum, asalkan pengambilan cairan tersebut tidak merusak spinal cord.

Otak

Otak pada manusia dewasa berbentuk jeli dan diperkirakan mengandung 10 milyar neuron. Berat keseluruhannya sekitar 1,4 kg. Ada kemungkinan setiap neuron mempunyai 400.000 hubungan dengan neuron lainnya menyerupai “computer mini”. Otak terdiri dari tiga kompone, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum), dan batang otak (brainstem) atau spinal cord.

Cerebrum

Cerebrum merupakan bagian otak yang terbesar, terbagi menjadi lekukan-lekukan hemispheres dengan serabut-serabut (fibres) yang lebar disebut corpus collosum, yang menghubungkan kedua belahan hemispheres. Setiap belahan hemispheres terbagi lagi menjadi empat lobus. Lobus-lobus ini dibatasi oleh fissura, satu dengan yang lainnya sehingga apabila otak direntangkan, permukaan otak menjadi sangat luas. Irisan melintang dari setiap hemispheres terdiri dari tiga lapisan. Lapisan paling luar adalah cortex cerebri, yang terdiri dari bahan abu (grey matter). Bahan abu ini sebenarnya adalah badan-badan neuron. Tebal dari cortex cerebri sekitar 2-3 mm dan mengandung 75% sel-sel neuron otak. Di bagian bawah cortex terdapat bahan putih (white matter) yang terdiri dari serabut-serabut neuron yang dapat dilewati oleh impuls ke atau dari neuron yang lainnya. Di sebellah dalam masing-masing hemispheres terdapat daerah lain dari bahan abu yang disebut ganglia basal. Peranan ganglia basal ini sangat penting yaitu sebagai pengontrol gerakan-gerakan sukarela (voluntir). Bila ganglia basal mengalami kerusakan, dapat menyebabkan gerakan-gerakan tubuh tidak terkontrol yang disebut yerky motions. Contohnya adlaah pada penyakit-penyakti huntington dan parkison.
Cortex cerebri juga mengontrol perasaan sensasi dan gerakan-gerakan voluntir. Daerah permukaan cortex merupakan permukaan yang berlipat-liapt sehingga apabila dibentangkan menjadi permukaan yang sangat luas. Permukaan ini bertanggung jawab kepada berbagai sensasi. Pengetahuan inilah yang mendasari disusunnya teori akupunktur kulit kepala (scalp acupuncture). Pada kulit kepala ini telah dipetakan berbagai fungsi cerebrum.
Cerebellum

Cerebellum (otak kecil) terdiri dari tiga lobus. Seperti halnya cerebrum, cerebellum pun terdiri dari lipatan-lipatan. Bagian luar cerebellum dibangun oleh bahan abu (grey matter) dan bagian dalam oleh bahan putih (white matter). Fungsi utama cerebellum adalah mengendalikan aktivitas otot-otot dan keseimbangan tubuh. Dalam rangka tugas ini, cerebellum menerima impuls dari otot-otot, tendon, persendian, bagian dalam telinga, dan dari cerebrum sendiri. Hal ini telah terbukti bahwa orang yang menderitak kerusakan pada cerebellum akan kehilangan koordinasi dan keseimbangannya.

Medulla Oblongata

Medulla oblongata adalah batang otak (brainstem) yang merupakan awal dari spinal cord. Medulla oblongata terdiri dari bahan abu dan berfungsi untuk mengendalikan aktivitas tubuh, peredaran darah, pernapasan, proses menelan, muntah, bersin dan batuk. Dengan demikian, fungsi dari medulla oblongata sangat vital sehingga apabila terjadi kerusakan akan berakibat fatal. Dalam dunia kedokteran, criteria kematian bagi seseorang apabila batang otak ini sudah tidak berfungsi lagi. Pada umumnya, medulla oblongata terdiri dari bahan abu, tetapi kandungan bahan putih pun melintas di dalamnya dalam jumlah yang cukup banyak. Informasi sensoris dari sebelah kanan bagian tubuh akan dikirim ke hemispheres sebelah kiri, demikian pula sebaliknya.

Pons

Pons adalah bagian otak yang menghubungkan cerebrum dengan cerebellum. Bagian bahan abu dari pons berhubungan erat dengan saraf-saraf spinal dan terlibat dalam pengontrolan pusat pernapasan.

Midbrain

Midbrain adalah otak bagian tengah yang terletak di atas pons. Midbrain terdiri dari lintasan-lintasan bahan putih yang membawa impuls dari dan ke pusat otak bagian atas dan daerah bahan abu untuk indera penglihatan dan pendengaran. Di antara midbrain dan medulla terdapat daerah bahan putih dan bahan abu yang disebut reticular formation. Bagian-bagian dalam midbrain dan reticular formation akan mengontrol aktivitas otot, tidur, bangun, dan kewaspadaan. Salah satu aktivitas reticular formation terjadi pada orang yang sedang tertidur, kemudian terbangun karena sesuatu hal terjadi di sekelilingnya (misalnya suara).

Hypothalamus dan thalamus

Hypothalamus dan thalamus adalah daerah bahan abu yang terletak di atas midbrain, berperan penting dalam homeostasis. Hypothalamus mempunyai pusat pengendalian lapar, keseimbangan cairan tubuh, suhu tubuh, dan mengatur proses-proses sekresi oleh kelenjar hormone pituitary. Melalui hubungannya dengan cortex cerebri maka hypothalamus berperan dalam kegiatan fisiologis maupun psikologis. Contohnya kegalauan (anxiety) akan mempengaruhi hypothalamus dan sebagai umpan baliknya akan menstimulasi sekresi asam oleh lambung. Hypothalamus juga berperan dalam emosi marah, takut, gembira, dan rangsangan seksual. Thalamus merupakan pusat hubungan (relay center) yang mampu memilih jenis impuls yang akan sampai ke cortex cerebri. Tampaknya, perasaan suka atau tidak sauka berada di bawah pengaruh daerah thalamus ini.

Spinal cord
Terusan otak memanjang ke belakang dank e bawah, sepanjang dan di dalam tulang belakang (columna vertebralis). Bagian otak yang memanjang ini disebut spinal cord atau medulla spinalis. Spinal cord dibungkus oleh sebuah membrane yang berfungsi sebagai pelindung disebut meninges. Di antara ruas tulang belakang akan keluar sepasang cabang saraf yang disebut saraf spinal (spinal nerves). Saraf spinal akan berakar ke spinal cord melalui dua akar sehingga akan membentuk tonjolan di bagian dorsal yang disebut ganglion. Ganglion mengandung badan neuron yang bersifat sensoris. Di bagian dalam spinal cord terdiri dari daerah bahan abu yang bentuknya menyerupai kupu-kupu, terbangun dari badan sel dan serabut-serabut nonmyelin dari sel-sel neuron. Bahan putih terdiri dari serabut-serabut myelin yang dapat menghantarkan impuls ke atas dank e bawah spinal cord. Serabut-serabut ini memiliki sifat penghantar impuls yang spesifik.

Sistem saraf pinggir (peripheral nerve system)

System saraf pinggir atau peripheral nerve system meliputi saraf cranial (cranial nerves), cabang saraf spinal, dan system saraf autonom. System saraf autonom terdiri dari neuron yang mengatur aktivitas tubuh di luar kesadaran. Pengertian autonom dan automatic berbeda. Saraf autonom secara automatic mengatur fungsi tubuh untuk memelihara homeostasis. Saraf pusat dengan susunan saraf pinggir merupakan suatu kesatuan dan tidak terpisahkan. Pembagian susunan saraf pusat dan susunan saraf pinggri hanyalah suatu sistematika pelajaran untuk mempermudah pengertian.
System saraf tepi terdiri dari 12 pasang saraf cranial dan 31 pasang saraf spinal. System saraf autonom terdiri dari serabut-serabut saraf motorik menuju ke kelenjar-kelenjar dan otot jantung baik otot polos maupun otot bergaris. Saraf simpatis (sympathetic) muncul dari bagian pusat spinal cord, kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh. Sifat khas dari system saraf autonom adalah adanya pola enervasi ganda. Organ dalam diatur oleh saraf autonom yagn umumnya menerima serabut-serabut saraf dari kedua bagian, bagian yang satu mendorong dan bagian lainnya menghambat sehingga terjadi keseimbangan. Keseimbangan dalam berbagai system adalah inti dan prinsip pandangan akupunktur. Neuron terdiri dari dua bagian, yaitu simpatis (sypmpathetic) dan parasimpatis (parasymphathetic. Neuron simpatis akan menstimulasi jantung, tetapi neuron parasimpatis akan menstimulasi kelenjar saliva. Kedua bagian tersebut bekerja keras secara antogonistik sehingga kedua fungsi yang berlawanan ini akan memelihara keadaan homeostasis. Hal ini sesuai dengan teori yin-yang, falsafahnya akupunktur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar